AHY Gaspol Program 3 Juta Rumah, TOD Jadi Jurus Atasi Krisis Hunian Kota

Minggu, 29 Maret 2026 04:36

Jakarta, demokratbali.or.id Pemerintah pusat tancap gas mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan kuat datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang mendorong pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi konkret di kawasan perkotaan. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab keterbatasan lahan sekaligus kebutuhan rumah layak dan terjangkau.

Langkah percepatan mulai difokuskan di kawasan Stasiun Manggarai sebagai titik awal pengembangan hunian vertikal. Kawasan tersebut dipilih karena memiliki konektivitas transportasi yang kuat dan menjadi simpul mobilitas masyarakat. Pengembangan ini diharapkan menjadi percontohan bagi kawasan perkotaan lainnya.

Konsep TOD tidak hanya menghadirkan hunian, tetapi juga mendorong transformasi tata kota yang lebih modern dan efisien. Integrasi antara tempat tinggal dan transportasi publik akan memudahkan akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Selain itu, pola ini berpotensi mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Pemerintah menilai hunian berbasis TOD menjadi solusi strategis untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan akses tempat tinggal dekat pusat aktivitas. Dengan lokasi yang terintegrasi, masyarakat dapat menekan biaya transportasi sekaligus meningkatkan produktivitas. Hal ini menjadikan TOD sebagai pendekatan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan.

Untuk memastikan keberhasilan program, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Pemerintah melibatkan berbagai kementerian, BUMN, serta sektor swasta dalam proses perencanaan hingga pembangunan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target sekaligus menjaga kualitas pembangunan.

Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain mempercepat pembangunan, kerja sama ini juga membuka peluang inovasi dalam pengembangan kawasan hunian. Pemerintah menargetkan hasil yang tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui strategi ini, pemerintah optimistis mampu mengurangi backlog perumahan yang masih menjadi tantangan nasional. Pengembangan hunian berbasis TOD diharapkan menjadi model baru dalam pembangunan perkotaan di Indonesia. Ke depan, konsep ini direncanakan akan diperluas ke berbagai kota besar lainnya sebagai bagian dari transformasi pembangunan nasional.

[ Editor : Sarjana ]

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 demokratbali.or.id. All Rights Reserved.