Gen Z Bogor Gas Ekraf, Creative Hub Jadi Kunci Tembus Pasar Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 14:51

Bogor, demokratbali.or.id| Diskusi santai menjelang berbuka puasa di Kopi Kina Taman Heulang berubah menjadi forum serius membahas masa depan ekonomi kreatif. Ngabuburit yang dimoderatori Kang Jovan Latuconsina itu mempertemukan Gen Z dan milenial Bogor dalam dialog terbuka soal potensi daerah, mulai dari fesyen hingga gagasan menjadikan Bogor sebagai kota gastronomi dunia.
Percakapan berkembang pada isu yang lebih luas, termasuk keberlanjutan lingkungan yang justru banyak diangkat oleh anak-anak muda. Mereka menilai pertumbuhan ekonomi kreatif tidak bisa dilepaskan dari komitmen menjaga lingkungan tetap asri dan berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut menyapa peserta melalui sambungan video call. Kehadirannya menjadi dorongan moral bagi para pelaku kreatif muda yang ingin membawa karya lokal menembus pasar global.
Gagasan penguatan infrastruktur juga mencuat. Pengembangan “Creative Hub” dinilai penting sebagai simpul yang menghubungkan kreator lokal dengan jejaring nasional hingga internasional. Tanpa dukungan ruang kolaborasi dan fasilitasi pasar, potensi ekonomi kreatif dinilai sulit berkembang maksimal.
Forum itu menegaskan optimisme bahwa kekuatan ide dan kreativitas anak muda Bogor dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Namun, kemajuan tersebut diingatkan harus berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.
Ngabuburit yang awalnya santai itu pun berakhir dengan semangat kolektif: mendorong Bogor menjadi kota kreatif yang berdaya saing global, tanpa meninggalkan identitas hijau dan berkelanjutan. Anak muda Bogor menegaskan, pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

[ Editor : Sarjana ]

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 demokratbali.or.id. All Rights Reserved.