Safari Ramadan di MIRA Institute, AHY Tegaskan Pembangunan Harus Berbasis Nilai dan Integritas

Senin, 23 Februari 2026 15:40

Banten, demokratbali.or.id| Pembangunan nasional tidak boleh berhenti pada beton, aspal, dan proyek fisik. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, fondasi nilai, karakter, dan integritas dinilai menjadi kunci agar pembangunan memiliki arah dan makna jangka panjang.
Pesan itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat menghadiri Safari Ramadan di Ma’had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA) Institute, Pandeglang, Banten, Sabtu (21/2/2026).
Dalam suasana Ramadan, AHY menilai silaturahmi dengan para ulama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi ruang refleksi bagi para pemegang amanah publik. Didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, ia berdiskusi bersama Ustadz Adi Hidayat mengenai tantangan pembangunan bangsa.
“Ini adalah momen yang spesial. Di bulan suci Ramadan, kita tidak hanya menyambung silaturahim, tetapi juga melakukan refleksi, kontemplasi, dan membasuh hati,” ujar AHY dalam sambutannya.
Ia mengaku justru mendapat penguatan moral dari dialog tersebut. Menurutnya, kepemimpinan memerlukan fondasi spiritual agar setiap kebijakan tetap berpijak pada keadilan dan kemaslahatan.
“Kalau diminta memberikan motivasi, sebetulnya saya yang dimotivasi oleh Pak Ustadz. Dalam waktu yang singkat, beliau menyampaikan banyak hal yang penuh makna, nilai filosofi, dan kebenaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis,” tuturnya.
Sebagai Menko yang mengoordinasikan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan, AHY menegaskan bahwa prinsip keadilan sosial harus menjadi landasan utama. Penyelesaian persoalan agraria, pembangunan jalan, jembatan, bendungan, perumahan, hingga penguatan konektivitas nasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter bangsa.
“Ketika kita merasa berat menjalani proses dan perjuangan, ingatlah kita mendedikasikan semua itu untuk masyarakat luas. InsyaAllah, Allah SWT akan membalas dan menaikkan derajat kita,” ucapnya.
AHY juga menekankan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam menjaga arah pembangunan agar tetap berada pada koridor moral dan etika publik.
“Saya meyakini jika ulama dan umara kokoh bersatu dalam sinergi dan kolaborasi, saling mengingatkan, serta terus bertafakur dan mawas diri, pembangunan akan memiliki arah yang lebih kuat dan bermakna,” katanya kepada awak media.
Ia turut mengapresiasi MIRA Institute sebagai lembaga pendidikan yang dinilai tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
“Saya sangat mengapresiasi. Meski usianya masih muda, institusi ini berpotensi menjadi Center of Excellence yang mencetak ulama-ulama masa depan Indonesia,” tambah AHY.
Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan spiritual dalam arah kebangsaan.
“Mencoba menyeimbangkan narasi pembangunan kebangsaan dengan dasar intelektualitas dan fisikal, serta ditopang kekuatan spiritual yang kokoh,” ujarnya.
Safari Ramadan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan nasional tidak hanya soal infrastruktur yang terlihat, tetapi juga fondasi nilai yang membentuk arah bangsa. Sinergi pemerintah dan ulama diharapkan menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika zaman.

[ Editor : Sarjana ]

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2026 demokratbali.or.id. All Rights Reserved.